The Freshest Blog About Nature

THE POWER OF ROOT 4

Desember 1, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Tahukah kita alang-alang. Tumbuhan tingkat bawah yang muncul di tanah tandus dan di bekas hutan yang rusak dan terbuka. Alang-alang sangat mudah tumbuh dan menyebar begitu cepat hingga menutupi tanah yang tandus tadi. Seringkali alang-alang dianggap sebagai gulma.

Tidaklah mudah bersaing dengan alang-alang. Banyak tanaman yang coba ditanam di areal alang-alang, sering mengalami kematian. Kematian karena tidak bisa bersaing dengan kecepatan tumbuh alang-alang dan karena akar alang-alang yang mengandung zat kimia bernama allelophaty.

Tidak hanya alang-alang, banyak tumbuhan mempunyai allelophaty pada akarnya. Allelophaty merupakan senjata bagi tumbuhan untuk bersaing dengan tumbuhan lain. Allelophaty bisa membuat tanah tidak cocok bagi tanaman lain sehingga lama kelamaan mati.

Disamping itu, alang-alang mampu membuat rimpang yang padat pada tanah yang ditumbuhinya. Ini membuat tanaman lain sulit mengembangkan akarnya menembus areal perakaran yang nyaman bagi penyerapan nutrisi dan air. Akibatnya, alang-alang tetap bisa bertahan.

Kehebatan alang-alang lebih pada akarnya. Coba Anda bakar areal alang-alang. Maka sehari setelah terbakar akan muncul tunas-tunas baru yang lebih segar daripada sebelum dibakar. Karena yang terbakar hanyalah daun dan batang alang-alang. Akar alang-alang tetap eksis dan kembali menumbuhkan tunas segar.

Tunas-tunas segar alang-alang inilah yang sangat dinantikan bagi penggembala ternak dan hewan pemakan daun. Hewan-hewan ini laksana menemukan oasis di padang pasir ketika melihat tunas-tunas segar alang-lang yang habis dibakar. Ingat, tanah yang ditumbuhi alang-alang ternyata sanggup menahan tanah sehingga tidak tergerus oleh air hujan. Maka alang-alang membantu tanah tidak tererosi dan tebing-tebing relatif aman dari longsor. Manfaat lain adalah akar alang-alang kerap digunakan sebagai bahan obat tradisional, untuk meluruhkan kencing (diuretika), mengobati demam dan lain-lain

Akar alang-alang memberi pelajaran bagi kita tentang pentingnya memiliki senjata bertahan hidup yang ampuh. Meski dipandang remeh karena terkesan sebagai ”sampah”, namun alang-alang sulit ditaklukkan karena ”senjata rahasia”nya. Banyak orang yang diremehkan bahkan dianggap sebagai sampah masyarakat yang sulit diberantas, ternyata memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan lain.

Tak sedikit orang yang dianggap sampah oleh masyarakat mempunyai daya tahan hidup yang luar biasa daripada orang mapan dan serba cukup. Mereka sudah sering ”dibakar” oleh lingkungan yang keras. Hasil ”pembakaran” itulah yang menumbuhkan semangat hidup untuk menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Maka kita saksikan tidak sedikit tokoh negeri ini lahir dari kehidupan mereka yang awalnya prihatin, sangat terbatas dan kadang dicela masyarakat.

Akar alang-alang telah mengajari manusia bagaimana bertahan hidup dan tetap memberi manfaat diantara ”celaan-celaan” yang ditujukan padanya.

Achmad Siddik Thoha
achmadsiddik@hotmail.com
081514297728

→ Tinggalkan KomentarKategori: RENUNGANKU
Ditandai: , , ,

THE POWER OF ROOT 3

Desember 1, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Pernahkah kita melihat pohon yang ditebang dan yang tersisa hanya tunggulnya. Tak lama kemudian dari sisi tunggul muncul tunas-tunas segar. Lama kelamaan tunas itu membesar membentuk batang dan cabang baru. Sebuah fenoma luar biasa dari daya tahan pohon.

Apa rahasia dibalik “hidup” kembalinya pohon setelah “mati” ditebang ? Akar lah yang membuat tunas kembali mucul dan kemudian berkembang menjadi sosok pohon yang sempurna. Tanpa akar yang tersisa di pohon, tak mungkin tunas kembali muncul. Akar lah yang tetap loyal dan komitmen menjalankan tugasnya untuk menumbuhkan tunas baru, menyalurkan nutrisi dan air ke bagian tanaman lain dan mengokohkan tubuh pohon.

Selama akar masih bisa menyerap air di dalam tanah. Semasih akar bisa menghirup oksigen di dalam tanah. Selama tubuh pokok akar tidak terpenggal. Maka pastikan pohon tidak akan mati.

Bila akar manusia adalah iman. Maka selebar apa pun luka masalah yang dialami, seperih apa pun sakit ujian yang terasa,  seberat apa pun beban hidup yang menimpa. Iman yang kokoh akan menghidupkan kembali jiwa dan raga yang hampir mati.

Semasih iman masih mau menyerap petunjuk-Nya, selagi Iaman memancarkan aliran amal kepada lingkungannya dan iman yang senantiasa kokoh dalam memegang perintah dan larangan-nYa. Maka Tunas-tunas harapan senantiasa akan tumbuh dan berkembang hingga jatidiri kembali seperti semula. Bahkan bukan tidak mungkin jatidiri baru yang terbentuk lebih baik dari diri sebelumnya.

Sungguh luar biasa manusia yang terus memperkokoh imannya.

Achmad Siddik Thoha

achmadsiddik@hotmail.com

081514297728

→ Tinggalkan KomentarKategori: RENUNGANKU
Ditandai: , , , ,

THE POWER OF ROOT 2

November 20, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Khasiat obat dari tumbuhan umumnya terdapat di akar. Bila ingin mencari air di hutan carilah dekat akar atau di akar itu sendiri. Akar menyalurkan nutrisi & air ke seluruh tubuh tumbuhan.amun tidaklah mudah menemukan akar. Akar ada di tempat terpenda. Sering kita terkesima dengan Bunga, Buah, Batang & Daun. Namun kita sering melupakan akar yg penuh manfaat & penting namun sering tak terlihat atau tidak ingin terlihat.Sungguh mulia manusia yg “mengakar”. Akar menyembunyikan diri dan  tidak bernafsu menonjolkan diri karena jasanya. Namun lebih memilih terpendam untuk menjadi bermanfaat.

Akar tanaman di hutan rawa atau mangrove/bakau “terpaksa” menampakkan diri keluar. Bukan karena angkuh, namun demi kokohnya dan suburnya batang, daun, bunga dan buah pohon yang disanggahnya. Hal yang paling fenomenal dari kemunculan akar di atas air adalah kemampuannya meredam ombak dan menyerap racun untuk keselamatan makhluk lainnya khususnya manusia. Sungguh mulia manusia yang mau menjadi ”akar” untuk menopang dan meredam berbagai bahaya bagi saudara-saudaranya.

Memutuskan untuk berbuat tidaklah sulit. Menjadi sulit ketika menjawab pertanyaan bagaimana caranya kita berbuat. Namun yang tersulit adalah ketika telah berbuat. Apakah kita memutuskan tampil menjadi bunga, buah, daun atau batang yang orang terkesima dengannya. Atau cukup menjadi akar saja yang tetap terpendam dan jauh dari pujian orang.

Achmad Siddik Thoha

achmadsiddik@hotmail.com

081514297728

→ Tinggalkan KomentarKategori: RENUNGANKU
Ditandai: , , , ,

THE POWER OF ROOT

November 12, 2009 · 2 Tanggapan

ficus_root_La_Aduana_027

Ficus Yang Tumbuh di Bebatuan

Pernahkah Anda melihat dan mengamati akar pohon beringin (ficus). Lihatlah bagaimana bentuk dan penjalaran akar beringin. Akar beringin selalu menyesuaikan dengan bentuk dan ukuran batang dan bentuk cabangnya. Bila cabang menjulur condong ke selatan, maka akar beingin akar ikut tumbuh ke selatan. Selain itu, bentuk dan arah akar beringin berfungsi untuk menopang berat pohon bagian atas. Cengkaraman akar yang menonjol di permukaan tanah ini bukti kuat bahwa pohon beringin akan kokoh menghadapi tantangan lingkungan yang akan bisa menumbangkannya. Hampir semua orang mengatakan, beringin mampu tumbuh di atas batu. Batu yang keras atau bukit berbatu malah menjadi tempat yang nyaman bagi beringin untuk tumbuh. Sungguh menakjubkan karena batu sama sekali bukan tempat yang cocok bagi hampir semua makhluk hidup untuk tumbuh dan berkembang biak. Rahasia mengapa pohon beringin dapat tumbuh di atas batu adalah kemampuan akarnya mencengkram, menelusup, melunakkan dan menjadikan batu menjadi tanah. Batu yang dianggap sebagai penghambat tumbuhnya pohon, bagi beringin merupakan tantangan untuk bisa bertahan dan berkembang. Maka lihatlah betapa menakjubkan bentuk akar beringin yang menjalar dan menembus batu. Akar beringin mencari air dengan menembus celah-celah batu hingga bisa menembus bagian luar batu. Bukit batu yang tadinya tampak gersang dan kering kerontang mulai menghijau. Lambat laun air mulai menetes dari celah-celah batu dan lumut pun mulai tumbuh. Beringin dengan akarnya yang khas telah menjadikan kawasan gunung berbatu sebagai kawasan sumber air. Luar biasa. Sahabat, beringin mengajarkan pada manusia untuk tidak menyerah pada lingkungan yang keras, terbatas bahkan menyakitkan. Sekecil apapun peluang, modal dan penyokong hidup yang kita miliki harusnya menjadi pemicu untuk tetap tumbuh. Celah-celah kecil peluang yang ada harus kita manfaatkan sehingga mampu menembus kokohnya halangan atau rintangan hidup. Namun, bila kesuksesan mulai berkembang dan menjulang, jangan melupakan pijakan dan cengkraman diri agar tidak tumbang oleh tantangan luar. Sebab makin membesar dan menjulang prestasi serta karir kita, terpaan ujian akan maikin keras. Maka sesuaikan berkembangnya kesuksesan kita dengan pondasi dan cengkraman iman yang juga kuat. Maka keindahan bentuk pondasi hidup yang menjalar dan mencengkram kuat di “batu” d kita akan meneteskan manfaat berupa kejernihan “air” dan kesegaran “udara” manfaat bagi banyak orang.

Achmad Siddik Thoha

achmadsiddik@hotmail.com

081514297728

→ 2 CommentsKategori: RENUNGANKU
Ditandai: , , , ,

MAHASISWA PEMULUNG

Oktober 30, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

akhwat Pemulung

Ming Ming, Mahasiswa Pemulung

Sambil berjalan, gadis berjubah itu memungut dan mengumpulkan plastik bekas minuman yang ditemuinya sepanjang jalan. Dia berjalan kaki sehari kurang lebih 10 km. Selama berjalan itulah, dengan menggunakan karung goni, dia memperoleh banyak plastik untuk dibawa pulang.

Orang menyebutnya ’Pemulung’ satu pekerjaan yang bagi ukuran usia remaja sangat tidak bergengsi. TAPI TIDAK BUAT MING MING. Gadis berusia 17 tahun, mahasiswi semester pertama jurusan akuntansi. Dan salah satu mahasiswa TERPANDAI di kelasnya.

Mengenakan gamis hijau, jilbab lebar dan tas ransel berwarna hitam, dia memasuki lobi Universitas Pamulang (UNPAM), Tangerang. Saat kelas usai, dia pergi ke perpustakaan.

“Ilmu sangat penting. Dengan Ilmu saya bisa memimpin diri saya. Dengan ilmu saya bisa memimpin keluarga. Dengan ilmu saya bisa memimpin bangsa. Dan dengan ilmu saya bisa memimpin dunia.” Itu asalan Ming Ming kenapa saat istirahat dia lebih senang ke perpustakaan daripada tempat lain. (keren ya…)

Sore hari setelah kuliah usai, Ming Ming menuju salah satu sudut kampus. Di sebuah ruangan kecil, dia bersama beberapa temannya mengadakan pengajian bersama. Ini adalah kegiatan rutin mereka, yang merupakan salah satu unit kegiatan mahasiswa di UNPAM.

Setelah itu, dia bergegas keluar dari komplek kampus. Namun dia tidak naik kendaraan umum untuk pulang. Dia lebih memilih jalan kaki ke rumahnya. Padahal jarak rumah dengan kampus lumayan jauh. Dalam perjalanan itulah, gadis bersahaja ini memunguti plastik bekas minuman tanpa rasa jengah sedikitpun. Karena dia berpikir dengan cara inilah dia bisa membantu meringankan beban ekonomi orangtuanya.

Rumah Ming Ming jauh dari kampus. Dia tinggal bersama ibu dan 6 orang adiknya yang masih kecil-kecil. Mereka tinggal di sebuah rumah sederhana yang mereka pinjam dari saudara mereka di Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor. Biasanya setelah berjalan hampir 10 km, untuk sampai ke rumahnya Ming Ming menumpang truk. Sopir truk yang lewat, sudah kenal denganya, sehingga mereka selalu memberi tumpangan di bak belakang.

Subhanallah, setelah truk berhenti dengan tangkas dia naik ke bak belakang lewat sisi samping yang tinggi itu. (can you imagine it?)

Ming Ming sekeluarga adalah pemulung. Dia, ibu dan adik-adiknya mengumpulkan plastik, dibersihkan kemudian dijual lagi. Dari memulung sampah inilah mereka hidup dan Ming Ming kuliah.

Ini adalah sepenggal cerita nyata yang ditayangkan dalam berita MATAHATI di DAAI TV sore tanggal 18/8/2009. Di Trans TV juga disiarkan hari selasa beberapa hari sebelumnya, di acara KEJAMNYA DUNIA. Sungguh episode yang membuat bulu kuduk kita merinding dan mata kita berkaca-kaca.

Astaghfirullah. Gimana bisa kita masih sering mengeluh hanya karena tabungan gak nambah-nambah?

OMG…. Bagaimana dia bisa berjalan 10 km perhari? Kita aja jalan 20 menit ke kantor tiap pagi dan sore sudah merasa capek banget. Lemah.

Subhanallah. Semangatnya itu loh. Kalau dengar dia berkata-kata, sepertinya tidak ada rasa minder, malu, bahkan dia sangat yakin. Oh girl, you are so great. Wonderfull.

Source: email dari teman. Semoga bisa menyadarkan kita untuk selalu bersyukur akan apa yang kita punya.

→ Tinggalkan KomentarKategori: Media
Ditandai: , , , ,

KITALAH SEBENARNYA PENCURI ITU

Oktober 30, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam.
Masih ada beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba.
Untuk membuang waktu,ia membeli buku dan sekantong kue di toko bandara, lalu menemukan tempat untuk duduk.

Sambil duduk wanita itu membaca buku yang baru saja dibelinya. Dalam keasyikannya , ia melihat lelaki disebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua dari kue yang berada diantara mereka.

Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan. Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam.
Sementara si Pencuri Kue yang pemberani menghabiskan persediaannya. Ia semakin kesal sementara menit-menit berlalu.

Wanita itupun sempat berpikir: “Kalau aku bukan
orang baik sudah kutonjok dia!“.
Setiap ia mengambil satu kue, Si lelaki juga
mengambil satu.
Ketika hanya satu kue tersisa, ia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan lelaki itu.

Dengan senyum tawa di wajahnya dan tawa gugup, Si lelaki mengambil kue terakhir dan membaginya dua.

Si lelaki menawarkan separo miliknya sementara ia makan yang separonya lagi. Si wanita pun merebut kue itu dan berpikir : “Ya ampun orang ini berani sekali, dan ia juga kasar malah ia tidak kelihatan berterima kasih”.

Belum pernah rasanya ia begitu kesal.
Ia menghela napas lega saat penerbangannya diumumkan.

Ia mengumpulkan barang miliknya dan menuju pintu gerbang.
Menolak untuk menoleh pada si “Pencuri tak tahu terima kasih”.
Ia naik pesawat dan duduk di kursinya, lalu mencari bukunya, yang hampir selesai dibacanya. Saat ia merogoh tasnya, ia menahan nafas dengan kaget.

Disitu ada kantong kuenya, di depan matanya !!!
Koq milikku ada disini erangnya dengan patah hati.
Jadi kue tadi adalah milik lelaki itu dan ia mencoba berbagi. Terlambat untuk minta maaf, ia tersandar sedih.

Bahwa sesungguhnya dialah yang kasar, tak tahu
terima kasih.
Dan dialah pencuri kue itu !

Dalam hidup ini kisah pencuri kue seperti tadi sering terjadi.
Kita sering berprasangka dan melihat orang lain dengan
kacamata kita sendiri serta tak jarang kita berprasangka buruk terhadapnya.

Orang lainlah yang selalu salah
Orang lainlah yang patut disingkirkan
Orang lainlah yang tak tahu diri
Orang lainlah yang berdosa
Orang lainlah yang selalu bikin masalah
Orang lainlah yang pantas diberi pelajaran

Padahal…….

Kita sendiri yang mencuri kue tadi

Kita sendiri yang tidak tahu terima kasih.

Kita sering mempengaruhi, mengomentari , mencemooh pendapat, penilaian atau gagasan orang lain .

Sementara sebetulnya kita tidak tahu betul permasalahannya.

→ Tinggalkan KomentarKategori: RENUNGANKU
Ditandai: , , ,

KISAH DAN HIKMAH SURVIVAL DI HUTAN

Agustus 5, 2009 · 4 Tanggapan

Camp Survey di Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) Langkat Sumut

Camp Survey di Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) Langkat Sumut

SURVIVAL 1
Mengapa orang yang tersesat di hutan mati ? Karena dia putus asa. Ya, putus asa membuatnya tidak mau berusaha mencari jalan. Putus asa juga membuatnya diselubungi prasangka buruk. Putus asa membuat dia mati sebelum berusaha.

Kita juga akan merasa mati, tidak berkembang, patah harapan dan hilang semangat karena putus asa. Putus asa mematikan seluruh potensi yang sebenarnya sangat besar yang ada pada diri kita. Karena itu, Tuhan pun sangat melaknat orang yang berputus asa, seperti Dia melaknat orang yang bunuh diri. Ya, bunuh diri adalah puncak keputus asaan.

SURVIVAL 2
Mengapa orang yg berjalan di belantara rimba bisa tersesat? Karena dia merasa sudah banyak tahu dan paling tahu, padahal rimba banyak menyimpan misteri.

Merasa banyak tahu dan paling tahu sebagai wujud merendahkan kondisi yang ada di sekitarnya. Banyak orang yang kemudian terjebak oleh perasaan banyak tahu dan paling tahu sehingga kurang persiapan dan menganggap sepele tantangan yang ada.

Kurangnya persiapan membuat kondisi yang tidak diperhitungkan menjadikan dia “tersesat” dan gagal. Sikap paling tahu pulalah yang menyebabkan orang menyepelekan orang lain atau kondisi/lingkungan yang padahal dia tidak memahaminya. Ya sikap merasa banyak tahu da paling tahu benar-benar menyesatkan, tidak hanya diri sendiri tapi juga orang lain

SURVIVAL 3
Mengapa orang yang 5 hari tersesat di hutan sendirian tanpa bekal masih bisa bertahan hidup? Karena ia mengerahkan semua kemampuannya (makan dedaunan, berlindung di gua kecil dekat aliran sungai dan terus berdoa) untuk bertahan hidup meski tanpa tahu apakah ada yang menemukannya atau tidak.

Lima hari bukanlah waktu yang singkat bagi seseorang yang hilang di gunung dan hutan. Namun ketidakputusasaan dia membuatnya bertahan hidup. Dia mengerahkan seluruh kempuannya dan membuang rasa putus asa dalam dirinya. Namun yang paling berperan dalam menyelamatkan dia, yaitu rasa berserah dirinya pada Tuhan dengan cara terus berdoa.

Ya, dia yakin doa akan mengantarkan keinginannya untuk selamat pada Yang Maha Pemberi Petunjuk. Siapa yang tidak akan selamat bila yang membimbing dan menaungi kita adalah Sang Maha Pemberi Petunjuk.

BERSAMBUNG…..

→ 4 CommentsKategori: RENUNGANKU
Ditandai: , , ,

HIKMAH-HIKMAH DARI POHON (BAGIAN II)

Juli 20, 2009 · 4 Tanggapan

HIKMAH-HIKMAH POHON (BAGIAN II)


HIKMAH 6

Contohlah POHON. Ia membiarkan binatang mengambil dan memakan buah-buahnya. Namun Ia bisa tumbuh dimana-mana karena ternyata para binatang itu menyebarkan biji ke berbagai tempat. Belajarlah dari POHON, memberi yang terbaik tanpa banyak berharap, namun ternyata PEMBERIAN-nya menyebarkan kebaikan di berbagai tempat
HIKMAH 7
Contohlah POHON. Kala ia hidup di lingkungan yang tidak iinginkan. Ia hidup di tempat yang penuh debu, asap beracun dan bau tak sedap. Namun POHON Kokoh bertahan hidup bahkan ia MEMBERI wewangian lewat bunganya, menyerap racun dan debu serta menebar oksigen yang menyegarkan. Belajarlah dari POHON, terpaan lingkungan yang tidak kondusif bahkan makin mengokohkan dan meningkatkan diri menjadi PENYEBAR Kebajikan.
HIKMAH 8
Belajar dari POHON, Menggugurkan/memberikan daun-daunnnya untuk menyuburkan tanah, membantu menyerap air dan mengurangi tekanan kekeringan pada dirinya. Manusia perlu MEMBERI/BER-INFAQ untuk menyuburkan jiwanya, mendatangkan keberkahan bagi hartanya dan menghindari bencana yang akan datang padanya.


HIMAH 9

Belajar dari POHON BESAR. Tajuk pohon besar yang lebar dan menjulang melindungi tumbuhan yang dalam naungannya dari teriknya matahari, terpaan butiran hujan, dan hempasa angin kencang serta berbagi cahaya dan air dengan lingkungannya. Manusia yang BESAR adalah yang berjiwa BESAR untuk MENGAYOMI bila mempunyai KEKUATAN dan BERBAGI bila mempunyai KELEBIHAN.


HIKMAH 10

Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. (Ibrahim/14: 24-25).
HIMAH 11
Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun. (Ibrahim/14:26)

Wallahu’a'lam

Achmad Siddik Thoha

Medan

achmadsiddik@hotmail.com

→ 4 CommentsKategori: RENUNGANKU
Ditandai: , , , , , ,

HIKMAH-HIKMAH DARI POHON

Juli 15, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

me_tress1

HIKMAH DARI POHON

Hikmah 1.

Contohlah POHON, manusia hanya merawat dengan menyiram air dan sedikit pupuk, tapi pohon MEMBERI sangat banyak. Pohon memberi naungan, udara segar, perlindungan dari angin dan hujan, menyimpankan air, memegang kuat tanah, memberi ruang hidup yang nyaman pada makhluk tanah dan menampilkan keindahan arsitekturnya. Pemberiannya terbaik pohon adalah BUAH dimana semua yang terbaik tersimpan di dalamnya (buah).

Hikmah 2.

Contohlah POHON, hidup di udara berasap, polusi dan pengap namun bisa MEMBERI kesegaran udara, menyerap kotoran dan membersihkan racun

Hikmah 3.

Contohlah POHON, kalian lempari ia dengan batu, ia akan membalas dg MEMBERI kalian BUAH.

Hikmah 4.

Contohlah POHON hutan yg besar. Ia menguasai matahari dg tajuknya yg lebat, mengusai air dan hara dg akarnya yg dalam dan lebar dan menguasai tempat tumbuh dg batangnya yg tinggi dan kokoh. Kekuasaannya ternyata untuk kenyamanan dan perlindungan makhluk hidup lain dan lingkungannya. Belajarlah dari POHON yg berkuasa untuk tujuan MEMBERI lebih banyak dan lebih baik.

Hikmah 5.

Contohlah POHON, menggugurkan daun-daun tua untuk diberikan kepada makhluk tanah dan dimanfaatkan oleh dirinya sendiri. Sebab bila daun tua tidak digugurkan maka pertumbuhan bagian lain dari pohon akan terganggu. Membuang daun tua adalah membuang masalah dan meningkatkan produktifitas Pohon dan bisa BERBAGI DAN MEMBERI manfaat bagi lingkungan. Belajarlah dari POHON, segera selesaikan masalah untuk meningkatkan produktifitas diri dan bisa MEMBERI bagi lingkungan. Bagaimana bisa MEMBERI bila diri ini tidak produktif dan jadi beban bagi orang lain.

→ Tinggalkan KomentarKategori: RENUNGANKU
Ditandai: , , , ,

TUGAS KLIMATOLOGI HUTAN (MNH 08)

Mei 23, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Dear Mahasiswa,

Berikut tugas klimatologi hutan sebagai ganti kuliah Agus Safril ST. MT

klik link dibwah ini :

TUGAS MATA KULIAH KLIMATOLOGI HUTAN

SELAMAT UJUAN AKHIR SEMESRTER 2009

Semoga Sukses.

Salam

Achmad Siddik Thoha

→ Tinggalkan KomentarKategori: BAHAN KULIAH
Ditandai: , ,