Di Bawah Naungan Pohon

Saat hujan lebat turun, semua orang sibuk agar tidak basah kuyup. Banyak diantara orang-orang yang kehujanan mencari tempat berteduh. Tempat berteduh paling dicari adalah di bawah pohon rindang. Maka setelah mereka sampai di bawah pohon rindang, air hujan tidak lagi membuat mereka basah kuyup, meski masih ada tetesan yang menembus dari celah dedaunan pohon.

Saat mentari begitu terik menyinari bumi, banyak penghuni bumi kepanasan. Mereka secara naluriah akan mencari perlindungan. Mereka pasti akan mendekati tempat-tempat berteduh. Pohon yang rindang adalah tempat ternyaman untuk berteduh dari teriknya sinar matahari.

Pohon, dengan bentuk cabang, ranting dan daun yang disebut tajuk (crown), mampu meredam kerasnya tumbukan air hujan dan terpaan panas sinar matahari. Dengan tajuknya yang lebar dan rapat, pohon mampu menahan air hujan di daun-daunnya. Tajuk Pohon mampu mengurangi kekuatan tetesan hujan lewat lebatnya daun. Dengan daun, ranting dan cabangnya, pohon pelan-pelan meloloskan air hujan dan mengalirkan dengan kekuatan yang tidak merusak. Air menetes dari celah daun dan ranting secara perlahan yang disebut air lolos Sebagaian air hujan mengalir melalui cabang dan batang yang disebut juga aliran batanag. Bahkan sebelum sampai ke permukaan daun, ada air hujan yang diuapkan langsung ke udara yang disebut intersepsi. Maka tetesan air lolos dan alian batang tak lagi menyusahkan bagi manusia dan tanah.

Tajuk pohon mampu meredam panas dari radiasi matahari. Melalui daun-daun hijaunya, energi matahari dipantulkan dan dipancarkan ke udara dan diserap daun sehingga udara dibawah pohon tidak panas. Sinar matahari yang diserap daun digunakan oleh pohon untuk melakukan proses penting dari semua tumbuhan hijau yakni fotosintesis (sintesis= pembentukan, foto=cahaya). Dalam fotosintesis, sinar matahari dibutuhkan daun hijau untuk melakukan proses pembentukan makanan yang dibutuhkan seluruh tubuh pohon. Hasil fotosintesis berupa gas oksigen yang dihembuskan ke sekeliling pohon dan karbohidrat yang disimpan pada daun, batang dan akar.

Pohon dengan tajuknya yang lebat telah menjadi peredam, peneduh dan pendingin lingkungannya. Tidak hanya manusia dan hewan yang nyaman berada dibawah keteduhan pohon, namun tanah, tanaman kecil dan makhluk lain merasa nyaman dan hidup sejahtera di bawahnya. Pohon yang dengan tajuknya rela menantang hujan dan badai. Tajuk pohon berkorban meredam teriknya matahari yang bisa merusak kehidupan makhluk yang dibawah naungannya. Pohon dengan tajuknya juga merubah tumbukan hujan yang keras dan cepat menjadi pelan dan tidak merusak. Kelebatan tajuk pohon tak hanya menyirnakan panas, tapi ia juga menghembuskan udara segar yang dibutuhkan makhluk hidup. Ia juga menjadi peneduh yang membuat kehidupan makhluk lain dibawah pohon berlangsung kondusif.

Achmad Siddik Thoha
siddikthoha@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s