PENGGUNAAN PENGINDERAAN JAUH UNTUK DETEKSI KEBAKARAN GAMBUT DI KABUPATEN BENGKALIS PROPINSI RIAU 1)

APPLICATION OF REMOTE SENSING ON PEAT FIRE DETECTION
IN BENGKALIS DISTRICT RIAU PROVINCE

Achmad Siddik Thoha
Departemen Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara
email: achmadsiddik@hotmail.com

Abstract

District of Bengkalis Riau Province has been known as one of the most frequently fire prone areas occurrence in Indonesia. According to Ministry of Environment Indonesia, Forest conversion into plantation caused risk to pea and land fire.Fire occurrences mostly found on peat land as result of land clearing activities. To decrease damage and environment impact from peat fire, it is important to identify and predict peat fire occurrence. The objectives of research were to compare accuracy of hotspot from data supply source and to detect fire location and land use change. Methods used in the study were descriptive statistical and spatial analysis of hotspot data. Image analysis of Landsat TM imagery was applied to detect land use change. The result of research showed that number of hotspot from JICA is greater than ASMC and LAPAN. Accuracy of hotspot distribution from ASMC is greater than that of JICA and LAPAN namely 60% whereas JICA 47% and LAPAN 40% respectively. Accuracy of hotspot location from JICA is greater than of LAPAN and ASMC namely1.75 km, whereas ASMC 4.46 km and LAPAN 3.70 km respectively.

Keywords :detection, peatland fire, hotspot

Abstrak

Kabupaten Bengkalis merupakan salah satu daerah rawan kebakaran di Propinsi Riau. Sebagian besar lahan di kabupaten ini merupakan lahan gambut yang telah dikonversi menjadi areal budidaya seperti perkebunan, hutan tanaman dan perladangan. Kebakaran sebagian besar ditemukan pada lahan gambut sebagai akibat aktivitas pembukaan lahan. Pembukaan kawasan gambut sangat beresiko karena dapat mengakibatkan dampak buruk bagi lingkungan seperti kebakaran dan kabut asap. Oleh karena itu, identifikasi dan prediksi kejadian kebakaran gambut sangat penting untuk mengurangi kerusakan dan dampak lingkungan akibat kebakaran gambut.
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan keakuratan data hotspot data beberapa sumber penyedia data, menjelaskan dampak kondisi biofisik dan aktifitas manusia pada lokasi terindikasi kebakaran. Dalam penelitian ini dipergunakan analisa deskriptif dan analisis spasial dari data hotspot. Analisa citra satelit Landsat TM digunakan untuk identifikasi lahan terbakar dan perubahan penutupan lahan.
Hotspot merupakan indikasi kebakaran hutan yang dibuktikan dengan hasil interpretasi dan analisa citra dengan warna merah muda hingga merah muda tua untuk kombinasi Band 543 dan hijau muda hingga hijau muda tua untuk kombinasi Band 453. Jumlah hotspot yang dikeluarkan sumber penyedia hotspot dari terbesar ke terkecil yaitu JICA, ASMC dan LAPAN. Hotspot dari ASMC mempunyai akurasi sebaran yang lebih tinggi yaitu 60 %, JICA 47% dan LAPAN 40%. Adapun JICA memiliki akurasi lokasi yang lebih tinggi yaitu 1.75 km, ASMC 4.46 km dan LAPAN 3.70 km.

Kata Kunci : deteksi, kebakaran gambut, hotspot

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s