ANTARA PEMILU 2004 DAN 2009

Meski Pemilu 2004 sudah berlalu hampir lima tahun, kasus-kasus yang ditemukan saat itu masih menarik diungkit. Proses demokrasi yang menghabiskan dana triliunan rupiah makin jauh dari asas jujur dan adil. Asas jujur dan adil ternodai oleh pelanggaran peserta pemilu dan kesalahan atau ketidakprofesionalan KPU dan kasus korupsi beberapa anggota KPU.

Sangat banyak kasus yang dengan mudah masyarakat awam dapat menyebutkannya. Kampanye pemilu baik legislatif maupun Pilpres sering diwarnai dengan pelanggaran baik administratif maupun pidana. Kemudian menjelang pemilu 5 April 2004 lalu masyarakat hampir geger dengan terlambatnya logistik pemilu yang mengancam batalnya pemilu. Lalu saat pencoblosan Pilpres I, tiba-tiba KPU membuat heboh dengan surat edaran yang mengesahkan pencoblosan pada kartu yang dilipat horisaontal. Kasus yang sangat mencederai pemilu yaitu munculnya banyak kasus kecurangan dalam pencoblosan dan perhitungan yang sungguh telah merampok hak pemilih. Banyaknya aparat negara (PNS dan TNI/POLRI memanfaatkan jabatan dan fasilitas negara unuk memenangkan partai dan capres tertentu. Setelah perhitungan di TPS selesai, kita kembali diriuhkan oleh protes berbagai pihak pada penayangan perhitungan suara melalui Teknologi Informasi (TI) yang konon berbiaya ratusan Miliar.

Meski perhitungan suara usai, kembali muncul kasus memalukan yaitu kebohongan publik tentang perolehan dana kampanye partai yang belum dilaporkan oleh parpol dan adanya dana kampanye fiktif. Bahkan yang menggelikan, anggota legislatif yang sudah ditetapkan KPU, sebanyak 252 orang ternyata masih bermasalah dengan pendidikan, status PNS/TNI/POLRI dan masalah kesehatan.

Melihat berbagai kasus di atas, sungguh mengherankan bila banyak kalangan mengagung-agungkan keberhasilan Pemilu 2004. Acungan jempol pengamat asing makin memerahkan pipi KPU dan pemenang pemilu. Padahal penyimpangan dan pelanggaran yang terjadi sangat parah dan fatal. Beberapa pengamat seolah-olah mengajak masyarakat maklum karena kita sedang belajar berdemokrasi.

Berbagai protes sepertinya tidak bertaji. Pemantau pemilu seolah keok. Padahal menurut Panwaslu, pemilu sudah mengarah pada pelanggaran asas Jurdil. Ditambah adanya laporan pemantau korupsi bahwa diduga telah terjadi korupsi oleh penyelenggra pemilu yang amat besar. Masihkan kita maklum.

Wajar jika muncul protes masyarakat terhadap penyimpangan pelaksanaan pemilu, Kita masih ingat Hacker muda Dani Firmansyah, yang mengingatkan KPU agar jangan over confidence dengan TI-nya. Lalu Gusdur dan kawan-kawan menyatakan “menolak” hasil pemilu legislatif. Pemilih yang tidak memilih (Golput) sangat besar jumlahnya. Banyaknya gugatan hasil pemilu ke Mahkamah Konstitusi. Protes kecurangan pemilu oleh Partai Keadilan Sejahtera. Ledakan bom di Gedung KPU sangat mungkin juga merupakan salah satu upaya protes Sungguh upaya protes yang tidak boleh dianggap remeh.

Saya menaruh harapan pada media massa, untuk kembali menyuarakan berbagai penyimpangan yang membuat cacat pemilu. Saya sangat khawatir, rasa maklum kita terhadap berbagai penyimpangan akan menjadi penyakit masyarakat yang semakin melemahkan martabat bangsa dan negara di masa mendatang.

Tetapi saya menjadi khawatir kalau ternyata Pemilu 2009 menghasilkan pemimpin yang bukan figur pilihan rakyat sejati. Harap maklum Pemilu 2009 lebih kacau lagi.  Kurang lima belas hari lagi pencoblosan, masalah Daftar  Pemilih Tetap (DPT) belum juga beres.   Banyak masyarakat tak paham apa itu mencontreng. Para Celeg berguguran akibat pelanggaran pemilu dan tindakan pidana. Fitnah sana sini menjadikan hidup bermasyarakat jadi tak tentram.  Semoga kekhawatiran saya sirna dengan terpilihnya Partai dan Caleg yang amanah.  Makanya Jangan Pilih POLITISI BUSUK bila ingin DPR yang LEBIH BERSIH.

Medan, 25 Maret 2009

Achmad Siddik Thoha
siddikthoha@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s