HARAPAN

Rasul SAW bersabda :” Jika bukan karena harapan, niscaya takkan ada orang yang mau menanam pohon dan takkan ada ibu yang mau menyusui anaknya”

Kutipan hadis Nabi Saw sangat motivatif. Bahkan inilah landasan yang jelas tentang gambaran tindakan muslim yang penuh harapan. Gambaran perilaku dengan visi ke depan.

Menanam pohon, diletakkan oleh Rasul SAW sebagai tindakan pertama yang berlandaskan harapan. Penanam pohon digambarkan sebagai orang yang mempunyai harapan dalam hidupnya. Ia rela menanam tanpa menghiraukan hasil kemudian hari apakah sempat memungut buah atau hanya menjumpai pohonnya yang tumbang. Tentu saja ketidakhirauan penanam pohon disertai dengan upaya memelihara yang maksimal agar harapannya memungut buah menjadi kenyataan, meski tidak langsung ia cicipi.

Menjadi penanam pohon saja tidak cukup. Pohon perlu dipupuk, disiram dan dilindungi dari gangguan. Harapan kemudian akan cepat berkembang bila lingkungan “pohon” kondusif. Memelihara harapan dengan upaya maksimal dan menempatkannya pada kondisi kondusif akan memperbesar harapan menjadi kenyataan.

Harapan adalah pemacu hidup untuk membuat manusia aktif mewujudkannya. Harapan bukan angan-angan yang divisualisasikan di alam yang jauh dari realitas. Harapan adalah bahan bakar mesin yang akan bergerak cepat menuju cita-cita. Tetapi angan-angan hanyalah pengalihan manusia pada ketidakmampuan mengelola diri menggapai realitas cita-cita.

Tentu saja harapan harus bersanding mesra dengan rasa takut. Takut menjadikan aktivitas pemilik harapan dengan sangat berhati-hati. Takut akan membimbing pemeliharaan harapan tetap pada jalan-Nya. Tetapi terlalu takut akan menyebabkan :pohon” harapan akan menjadi layu dan bahkan mati. Harap dan Takut karena Allah-lah yang akan membimbing kita menikmati lezatnya buah dari “pohon harapan”.

Dengan menanam harapan dan mmelihara rasa takut, kita akan digolongkan Allah ke dalam orang-orang yang berbuat baik dan mendapat rahmat-Nya.

Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah memperbaikinya dan berdo’alah kepada-Nya dengan rasa takut dan harapan . Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik (QS. Al “a’raf; 7:56)

Wallahu’a’alam.

Bogor, 5 Maret 2004, pukul 20.35 WIB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s