HUT RI Ke-61

HUT RI ke 61
17 Agustus 2006

Merdeka Negara, Terkungkung Bangsa

Kemerdekaan yang telah dinikamti bangsa Indonesia sejak kini menginjak tahun ke-61. Syukur dipanjatkan dengan beragam aktifitas oleh bangsa. Perayaan lomba dan pentas lebih banyak dilakukan untuk mensyukuri kemerdekaan daripada introspeksi dan mencanangkan rencana strategis untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa.

Perayaan penuh kegembiraan, terkadang konyol, lebih banyak nuansa aktifitas hiburan daripada kekhidmatan. Memang upacara detik-detik proklamasi dilaksanakan di semua instansi dan lembaga formal dan non formal. Tapi upacara itu laksana ritual tanpa makna dan tidak membuat pesertanya makin kuat tekadnya membangun negeri ini. Upacara menghormati bendera dan mendengar pembacaan teks proklmasi cenderung sebagai pelepas kewajiban. Sebuah fenomena mirip pelaksanaan ibadah yang tak membuat pelaksanya makin baik perilaku dan makin baik karyanya.

Negeriku…enampuluh satu adalah umur yang tua untuk sebuah negeri. Tapi ketuaanmu tak membuat kami berwibawa bila bertemu dan bergaul dengan bangsa-bangsa lain. Derita negeri, perilaku pengelola negara, konflik sosial antar suku bangsa dan ketergantungan pada utang menjadikan kemerdekaan menjadi hambar. Betulkah kami mengisi kemerdekaan ini dengan serius. Dengan usiamu yang setua ini, kami masih dipandang bak anak masih bau kencur, ingusan, hijau, sayur dan ungkapan rendah lainnya. Bila bangsa kita dilecehkan dan direndahkan bangsa lain, hampir-hampir tak punya kuasa mempertahankan diri apalagi membalasnya. Duh negeriku….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s