Menciptakan Hentakan-hentakan Hidup

Guncangan hidup seperti musibah, ujian, kekurangan, kehilangan merupakan sarana untuk meningkatkan kualitas hidup. Guncangan jangan sampai membuat benda sekitanya ambruk dan hancur. Benda yang hancur akibat guncangan tidak lain adalah benda yang rapuh dan atau berdiri pada tempat yang kritis. Seperti jiwa kita, guncangan menghasilkan dua hal, kehancuran jiwa dan sebaliknya kemantapan jiwa. Kehancuran jiwa bila seseorang kemudian larut dalam guncangan dan tidak bisa menemukan jalan keluar. Kemantapan jiwa bila seseorang dengan guncangan itu semakin kokoh dan menemukan hikmah yang merubah hidupnya.

Tapi seorang manusia unggul tak diperkenankan meminta jiwanya diguncang untuk memperoleh kemantapan jiwa. Guncangan hanya hak preogratif Tuhan Yang Mahas Kuasa , tidak boleh diminta oleh manusia. Tetapi guncangan kecil yang disebut hentakan yang kita ciptakan sendiri adalah sesuatu yang harus kita uapayakan. Hentakan hidup dibuat agar bisa memaksimalkan kemampuan kita dalam menjalankan hidup ini yang mungkin belum maksimal. Hentakan hidup adalah tangga lompatan yang kita pakai untuk memberi daya dorong yang kuat bagi kehidupan kita yang masih panjang.

Hentakan hidup harus segera dimulai untuk memaksimalkan potensi lahir batin yang kita miliki untuk kehidupan yang lebih baik. Hentakan hidup perlu dimulai dengan memperdalam ilmu, menafikan kondisi fisik dan membongkar diri. Ilmu adalah landasan mengubah sesuatu dari tidak tahu menjadi tahu, dari diam jadi bergerak dan dari beku menjadi cair. Keterbatasan fisik tidak menjadai halangan siapapun untuk menciptakan tinta emas dalam hidupnya. Berapa banyak tokoh dunia yang memiliki cacat fisik dan sangat banyak orang yang fisiknya sempurna tidak bermanfaat apa-apa. Membongkar diri artinya menghentak kesadaran yang masih lelap, mengejutkan potensi yang masih lamban dan memecut bakat yang masih jalan di tempat. Buat perjalanan hidup yang spektakuler yang bisa membuat hidup kita berubah.

Agar kita mau melakukuan hentakan, lakukan:
1. Menyadari bahwa kebahagiaan selalu diawali kelelahan
2. Menghargai setiap kita miliki
3. Memahami dengan baik tujuan akhir hidup kita
4. Menciptakan kebiasaan-kebiasaan yang baik
5. Menanamkan kemauan keras dan menghilangkan kesombongan

(Diinspirasi dari Majalah Tarbawi “Menciptakan Hentakan-hentakan Hidup” Edisi 140 Th. 8 Ramahan 1427 H/28 September 2006)

Achmad Siddik Thoha
siddikthoha@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s