MENEGUHKAN HATI MENJALANI UJIAN HIDUP

Hidup takkan lepas dari ujian. Setiap manusia akan melewati ujian demi ujian untuk mencapai tahap hidup yang lebih tinggi. Ujian takkan usai hingga nafas tidak berhembus lagi dari hidung dan mulut manusia.

Ujian dapat berupa kesenangan hidup maupun kegetiran bahkan penderitaan hidup. Kesenangan hidup berupa kelimpahan harta, kelancaran karir, kebahagiaan keluarga, kemudahan memperoleh fasilitas hidup dan status sosial terhormat. Kegetiran hidup bisa berwujud gagalnya pencapaian target, bangkrutnya usaha, karir yang sangat lambat, keluarga kurang harmonis dan beratnya meanggung beban tanggung jawab yang makin banyak. Penderitaan, sebagai salah satu ujian hidup sering dijumpai berupa fitnah yang menjatuhkan martabat, kepergian orang yang menjadi tulang punggung hidup, sakit yang tak kunjung sembuh, kekurangan harta, hutang yang selalu menghantui bahkan kehilangan pekerjaan dan bahkan ancaman penghilangan nyawa yang mencemaskan.

Bagi oarng yang sedang menghadapi ujian di atas, seringkali ujian kegetiran dan penderitaan malah menempa manusia menjadi meningkat nilai hidupnya. Kegetiran membuat manusia mampu menemukan jalan keluar yang membuatnya bangkit dan menemukan manisnya hidup. Begitu pula penderitaan, telah mampu melahirkan manusia dengan tingkat kesabaran dan kelapangan hati yang luar biasa tingginya. Bahkan penderitaan merupakan puncak ujian yang melekat pada uamt pilhan seperti para Nabi, Rasul, Tokoh pembaharu dan pejuang. Mereka merelakan kesenangan hidup bahkan nyawa, demi memperjuangkan misi mulianya.

Sebaliknya, ujian kesenangan sering melenakan manusia dan banyak yang akhirnya tergelincir pada kesombongan, kekikiran, bangga diri, keserakahan, kemalasan dan bahkan ingkar pada pemberi kenikmatan. Kesenangan jarang dimaknai sebagai ujian karena sifatnya yang mebuat manusia tak mampu berpikir lebih dalam karena apa yang menjadi impian telah diraihnya. Kesenangan telah menutup pintu perenungan karena sifatnya yang menyibukkan untuk dihitung, ditumpuk, dipajang dan disebut-sebut. Kesenangan hidup lebih mudah dijadikan manusia sebagai penyibuk dunia daripada memikirkan tanggung jawab dan implikasi dari kesenangan yang diperolehnya. Bahkan kesenangan pada tingkat yang paling berbahaya menjadikan manusia menjadi hamba dunia dan melupakan pemberi nikmat dunia.

Meneguhkan diri dari berbagai macam ujian merupakan keniscayaan. Keteguhan diri lahir dari kesadaran hati, bahwa dibalik ujian ada penghargaan yang akan dinikmati bagi yang kokoh menghadapinya. Di balik batu ujian akan ditemukan mutiara hidup yang akan menjadi bekal hidup yang sangat mahal sebagai persembahan amal kepada Sang Khalik. Ujian pula menjanjikan sebuah derajat yang lebih tinggi setiap yang isa melaluinya.

Manusia tanpa ujian laksana emas yang tak pernah dimurnikan atau perak yang tidak pernah disepuh. Wallahua’alam.

Bogor, 17 Agustus 2005; 04:40
Achmad Siddik Thoha
siddikthoha@yahoo.com

3 responses to “MENEGUHKAN HATI MENJALANI UJIAN HIDUP

  1. derita hati…
    kadang menangis dapat menabahkan hati..tapi takkan pernah terlupakan sekalipun mata terlelap dalam malam….
    namun keyakinan hati,,Allah selalu memberikan jalan yang terbaik…
    Allah selalu menabahkan hatiku..kala terluka SyuKur ku pada-Mu ya Allah….
    Tetap
    Lah bersamaku..dan kumohon janganlah membiarkanku kala dosa menggunungiku…
    amieen….

  2. kata – kata itu benar
    tanpa ujian hidup… manusia bisa ingkar…
    mudah”an saya bisa
    menjalani ujian ini dengan ikhlas
    dan bisa memperolah
    mutiara kehidupan yang terbaik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s