OUTBOUND : Pelajaran Simulasi Hidup

Dengan gemetar, Pipit, wanita paling mungil diantara seluruh peserta Harm Reduction Jambore Outreach Workers, jaringan LSM pendamping korban Narkoba dan HIV/AIDS se Indonesia, menapaki bambu untuk menuntaskan permainan monkey walk. Sementara peserta lain ribut berkomentar. Ada komentar melemahkan semangat tetapi tidak sedikit yang memompa semangat dan meyakinkan bahwa dia pasti berhasil. Situasi “penonton” yang pro dan kontra tak membuat pipit patanh semngat. Kaki yang makin gemetar setapak demi setapak akhirnya dapat menginjakkan kaki diujung bambu.

Lepas dari monkey walk, pipit kembali menghadapi tantangan yang tak kalah berat, two line bridge, dua bentang tali yang melintasi dua pohon besar pada ketinggian 5 meter untuk pijakan kaki dan pegangan tangan. Kali ini pipit melangkah tanpa ragu meskipun sangat hati-hati. Penonton tetap saja riuh dengan provokasi negatif dan positif nya. Tantangan ketinggian kedua akhirnya diselesaikan.

Tantangan berikutnya lebih mengerikan. Pipit harus turuan dari ketinggian 5 meter di atas pohon melalui tali yang dipasangi peralatan meluncur. Flying Fox, menanti keberanian pipit menuju tanah. Kali ini pipit berpikir cukup lama. Posisi tali yang menurun curam, ketinggian pohon dan bayangan derasan luncuran serta keamanan peralatan yang kini dipakainya. Semua pikiran berkecamuk hingga suatu ketika…Waaaaah, sekonyong-konyong terikan pipit memecah riuhnya komentar penonton. Tibalah pipit di atas tanah dengan selamat dan applaus rekan-rekannya menyambut kesuksesannya.

Kesuksesan tak berlanjut ketika pipit harus melalui tantangan terakhir yaitu “penyebrangan kering”, menyebrang pada sebentang tali safety equipment dengan lumpur yang siap menerimanya apabila terjatuh. Akhirnya perjuangan pipit berakhir di kubangan sawah berair di kampung pending desa Cimande Hilir Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor. Perjuangan yang mengesankan, bagi pemakai sekaligus pendamping korban narkoba yang setipa hari hidup diambang maut. Pipit mengakui bahwa keyakinanlah yang membuatnya berhasil sampai tujuan. Bukan komentar-komentar penonton, bukan pula kekuatan tubuhnya dan bukan bantuan alat pengaman.

Simulasi kehidupan bisa digambarkan oleh proses permainan yang berlangsung dalam game-game outbound. Outbound sendiri sering didefinisikan sebagai kegiatan di luar ruangan dengan tujuan melepaskan, menghilangkan dan mengeluarkan penghalang-penghalang diri untuk mencapai misi yang ditetapkan. Penghalang-penghalang direpresentasikan oleh instalasi tantangan yang dirancang sesulit dan semenantang mungkin. Selain itu, terdapat aturan (rule) yang harus ditaati demi tercapainya tujuan misi dan keselamatan dan kemanan peserta. Bagi yang berhasil melewati halangan atau tantangan maka muncul sebuah kepuasan dan rasa percaya yang makin meningkat karena halangan yang digambarkan sulit bisa dilalui.

Bogor, 22 Agustus 2005
Achmad Siddik Thoha
siddikthoha@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s