KISAH DAN HIKMAH SURVIVAL DI HUTAN

Camp Survey di Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) Langkat Sumut

Camp Survey di Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) Langkat Sumut

SURVIVAL 1
Mengapa orang yang tersesat di hutan mati ? Karena dia putus asa. Ya, putus asa membuatnya tidak mau berusaha mencari jalan. Putus asa juga membuatnya diselubungi prasangka buruk. Putus asa membuat dia mati sebelum berusaha.

Kita juga akan merasa mati, tidak berkembang, patah harapan dan hilang semangat karena putus asa. Putus asa mematikan seluruh potensi yang sebenarnya sangat besar yang ada pada diri kita. Karena itu, Tuhan pun sangat melaknat orang yang berputus asa, seperti Dia melaknat orang yang bunuh diri. Ya, bunuh diri adalah puncak keputus asaan.

SURVIVAL 2
Mengapa orang yg berjalan di belantara rimba bisa tersesat? Karena dia merasa sudah banyak tahu dan paling tahu, padahal rimba banyak menyimpan misteri.

Merasa banyak tahu dan paling tahu sebagai wujud merendahkan kondisi yang ada di sekitarnya. Banyak orang yang kemudian terjebak oleh perasaan banyak tahu dan paling tahu sehingga kurang persiapan dan menganggap sepele tantangan yang ada.

Kurangnya persiapan membuat kondisi yang tidak diperhitungkan menjadikan dia “tersesat” dan gagal. Sikap paling tahu pulalah yang menyebabkan orang menyepelekan orang lain atau kondisi/lingkungan yang padahal dia tidak memahaminya. Ya sikap merasa banyak tahu da paling tahu benar-benar menyesatkan, tidak hanya diri sendiri tapi juga orang lain

SURVIVAL 3
Mengapa orang yang 5 hari tersesat di hutan sendirian tanpa bekal masih bisa bertahan hidup? Karena ia mengerahkan semua kemampuannya (makan dedaunan, berlindung di gua kecil dekat aliran sungai dan terus berdoa) untuk bertahan hidup meski tanpa tahu apakah ada yang menemukannya atau tidak.

Lima hari bukanlah waktu yang singkat bagi seseorang yang hilang di gunung dan hutan. Namun ketidakputusasaan dia membuatnya bertahan hidup. Dia mengerahkan seluruh kempuannya dan membuang rasa putus asa dalam dirinya. Namun yang paling berperan dalam menyelamatkan dia, yaitu rasa berserah dirinya pada Tuhan dengan cara terus berdoa.

Ya, dia yakin doa akan mengantarkan keinginannya untuk selamat pada Yang Maha Pemberi Petunjuk. Siapa yang tidak akan selamat bila yang membimbing dan menaungi kita adalah Sang Maha Pemberi Petunjuk.

BERSAMBUNG…..

4 responses to “KISAH DAN HIKMAH SURVIVAL DI HUTAN

  1. terima kasih pak atas renunganya..
    saya adalah mahasiswa peternakan.

    memang kadang2 saya juga berpikir jika kita tersesat di hutan saya nga tahu mesti lakukan apa….?? bingung mau makan apa (kalau misalnya makan daun maka daun apa yang cocok untuk dimakan pak???)

    klo berburu..hewan,,,bagaimana memasaknya??? kan tidak ada api…

    tapi pak saya ingin bertanya pada bapak ..apakah bapak sudah pernah tersesat di hutan dan bagaimana tindakan bapak???

    • Terima kasih comment-nya

      Daun yang bisa dimakan
      1. Bila primata/monyet bisa memakannya berarti bisa juga dimakan manusia
      2. Tidak bergetah, berbulu kasar dan gatal (bila tersentuh)
      3. Daun pakis (pucuknya) sangat berlimpah di hutan dan biasanya paling mudah ditemukan.

      Berburu Hewan:
      Biasanya pake jerat, memanah, mengejar, atau melempar.
      Sebelukm dimasak, pastikan bisa dimakan dengan halal/ disembelih atau baca doa.
      Masaknya pake api, bisa dipanggang atau direbus. Nah bikin api nya ini yang sulit kalo gak bawa korek atau mancis, perlu teknik khusus.

      Saya belum pernah tersesat sendiri.
      Saya pernah terlibat di Tim SAR mencari orang yang hilang di hutan pegunungan. Kalo tersesat apa yang kita lakukan….
      Tindakan dalam menghadapi survival :
      Ingat semboyan ‘STOP’ :

      S = Stop (berhenti).
      T = Thinking (mulailah berpikir, dengan ketenangan berpikir akan mudah bertindak)
      O = Observe (amati keadaan disekitar kita, apa yang bisa kita kerjakan)
      P = Planning (buat perencanaan mengenai tindakan yang akan kita lakukan)

      Thanks

  2. pak saya adalah mahasiswa bapak

    enak juga ya pak…jika kita masuk hutan tersesat terus udah tersedia makanan….maksud saya kita tinggal mencarinya,.,.,

    tapi saya ingin bertanya apakah kita harus mencari monyet dulu sebelum makan dedaunan (bisa tidak dengan hewan lain mis: musang, ular)

    apakah daun pakis terus tumbuh di hutan,,biasanya tumbuh dimana nya pak? apakah di atas pohon ( padahal ku nga bisa manjat)…..

    kalau kita haus adakah dedaunan/batang pohon yang menyimpan air pak biar bisa diminum? atau air sungai itu langsung diminum…..(nga sakit perut nanti?)

    lalu pak bagaimana jika kita tersesat ada juga hewan buas yang berkeliaran ..bagaimana tindakan kita????

    terima kasih.

    • Monyet biasanya banyak lewat sambil makanan apa yang ditemuinya…Lalu pakis juga sangat berlimpah…ambil pucuknya yang melelngkung, masak campur bumbu sesuai kesukaan kita, atau minimal campur garam. Pakis tumbuh sepanjang tahun, karena merupakan ciri khas hutan hujan tropis.

      Banyak juga pohon yang batanganya menuimpan air. Tapi bantang terlalu susah kita tebang, makanya ada akar/liana yang bisa kita tebas lalu keluar airya. Supaya airnya banyak maka liana harus ditebas dua sisi, sisi bawah dulu lalu sisi atas sepanjang 1 m. Atau lumut bisa kita peras dan saring. Air sungai bisa diminum tapi liahat dulu kalo berwarna, berbau dan berasa tidak tawar itu beresiko.

      Cari tempat yang aman dari binatang buas seperti pohon yang tinggi, membuat api, menaburi garam dan siapkan perangkap, siapa tahu malah dapat buran.

      Demikian…semoga bisa terjawab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s