THE TREES OF LOVE (POHON-POHON CINTA)

Sebuah pohon yang kita lihat seolah hanya terdiam tak bergerak. Ia hanya bergerak ketika ada tenaga yang menggoyang batang dan daunnya. Bahkan dia tak akan melawan ketika manusia menyakitinya bahkan akan menebangnya. Seolah pohon patut dikasihani dan tak punya apapun. Namun pohon memberikan apa yang tak sanggup manusia beri. Pohon memberi manfaat tak terhingga. Bahkan pohon yang seharusnya makhluk yang menerima karena ”tidak berdaya” justru Ia sanggup memberi yang terbaik.

Pohon tak pernah ingkar dan khianat dalam tugasnya. Setiap saat pohon tak henti mengeluarkan oksigen yang kita butuhkan untuk hidup. Tak kenal lelah pohon menghisap udara kotor kita, karbondioksida, hingga udara menjadi bersih dan sejuk. Secara disiplin Ia memekarkan buah dan meruntuhkan buahnya saat musim buah. Lewat akarnya, pohon bisa menahan air dan tanah hingga melindungi dari kekeringan dan longsor. Lewat daunnya yang lebat setiap hari memberi kelembaban pada udara kita dan menyumbang bagi turunnya hujan.

Bahkan saat pohon disakiti, ia tetap memberikan cintanya. Manusia membuang kotoran dibalik pohon, ia tetap emberikan kesejukan dan menetralisir bau lewat kelembaban tanah dan bunga yang wangi. Manusia melemparya dengan batu, ia membalas dengan buah dan bunga. Manusia melukai dan mencongkel batangnya, ia membals dengan getah dan buah yang lebat.

Pohon mengajari cinta tak terbatas. Cinta yang tumbuh dalam suka dan duka. Kekuatan memberi yang tak pernah pudar. Bahkan saat suasana yang menyakitkan yang menimpa pohon, ia sanggup memberi cinta terbaiknya. Cinta pohon bagi lingkungan akan berakhir saat dia mati. Tapi ingat, dia telah menyebarkan cintanya ke wilayah lebih luas dengan menyebar bijinya melalui angin, air, serangga dan hewan lain.

Oh…Pohon, bisakah aku belajar dari cintamu yang tak pernah mati. True love is never ending. The Tress is source of love.

Seandainya kita mendengar “tangisan” pohon saat mereka teraniaya, mungkin hutan kita akan tetap lestari. Mungkin juga banjir bandang, longsor dan kekeringan adalah bentuk “tangisan” dari pohon-pohon yang teraniaya.

Achmad Sidik Thoha

achmadsiddik@hotmail.com

0815 1429 7728

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s