HAMLET CASE : MOTIF POLITIK SEBUAH PESAN

Mungkin Anda pernah melihat film RAMBO. Ya…film yang menggambarkan kisah heroik seorang “pahlawan” Amerika Serikat (AS) yang melawan tentara Vietkong di hutan rimba sendirian. Di balik kisah itu ada sebuah kasus luar biasa yang menimpa Negara Amerika akibat perang Vietnam. Kasus ini dikenal luas dengan kasus Hamlet Case.

Hamlet adalah istilah dusun/kampung dalam bahasa Inggris. Dalam aksinya, setiap memasuki desa atau dusun, tentara AS selalu membakar gubuk-gubuk. Dengan kata lain, selain memburu tentara Vietkong, tentara AS juga membumi hanguskan perkampungan.

Maka mucullah berita besar di AS tentang “kebiadaban” tentara AS yang gemar membakar kampung. Kondisi politik AS gonjang-ganjing. Isu besar ini bisa meruntuhkan citra AS di mata dunia karena negara lain bisa menuduhnya sebagi pelanggar HAM.

Seorang reporter surat kabar ternama AS kemudian mempublikasikan hasil investigasinya. Investigasi ini dilakukan pada kasus pembakaran sebuah dusun oleh Pasukan AS yang bernama Divisi Kavaleri Udara Pertama pada Tahun 1967. Hasil investigasi reporter itu menguraikan beberapa pesan berjenjang dari Pusat komando dari Markas Besar sampai ke Prajurit di lapangan :

PERINTAH dari MASKAS BESAR DIVISI KE BRIGADE :
” Tidak Boleh ada lagi satu kejadian pun dusun-dusun yang dibakar”

LALU BRIGADE MENGIRIMKAN PESAN RADIO KE BATALION:
”Jangan membakar dusun-dusun, kecuali kamu benar-benar yakin bahwa VietKong ada bersama mereka”

LALU BATAION MENGIRIM PESAN RADIO KE KOMANDAN PASUKAN INFRANTRI DI LAPANGAN:
” Jika Kamu pikir ada Vitkong di dusun itu, Bakar saja”

LALU KOMNADAN PASUKAN MEMRINTAHKAN KEPADA TENTARA-TENTARANYA :
” Bakar Dusun itu ”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s