Akar Papan yang Memenangkan Persaingan

Bila kita pernah menjelalajah hutan yang alami, maka suatu saat pasti akan menemukan pohon yang sangat besar. Batangnya melingkar lebar dan menjulang tinggi, cabang dan rantingnya melebar luas dan daunnya menutup rapat langit serta akarnya menonjol di tanah. Perhatikanlah batang terbawah dari pohon besar itu. Sebagian besar pohon berukuran besar di daerah tropis dengan curah hujan tinggi, akan memiliki banir atau akar papan. Banir merupakan struktur akar yang membentuk papan lebar di pangkal pohon. Saking besarnya, banir bisa digunaakan untuk tempat persembunyian hewan dari pemangsa. Bahkan di Kebun Raya Bogor, wisatawan sangat menyukai pohon berbanir untuk tempat berfoto dan menikmati hawa sejuk dibawah pohon.

Banir, merupakan salah satu bentuk adaptasi pohon terhadap lingkungannya di negara-negara tropis. Sebagian besar orang beranggapan bahwa akar selalu berada dibawah tanah pada pohon yang hidup di tanah kering. Kalaupun akar pohon muncul di permukaan, ia tak lebih hanya menjalar di permukaan, mirip ular. Namun sangat banayk jenis pohon yang hidup di hutan alami, hutan yang tidak ditanam manusia, saat berukuran besar, ia akan membutuhkan penopang berupa banir di pangkal batangnya.

Sebuah pohon harus beratahan hidup dan beradaptasi di lingkungannya. Pohon di hutan tidak hidup sendiri. Ia hidup bersama ribuan bahkan jutaan individu pohon lain dari ribuan jenis. Ia perlu makan dan minum layaknya manusia. Ia harus berjuang memperoleh kebutuhan hidupnya melalui berbagai cara. Dengan membentuk banir, pohon bisa bersaing sekaligus hidup bersama dan memberi manfaat.

Banir terbentuk karena tuntutan penyesuaian kondisi fisik pohon dan lingkungan. Saat batang pohon mulai membesar dan meninggi serta ranting dan daun makin lebat, maka penopang bagian bawah pohon harus makin kuat. Dengan banir, maka pangkal pohon mempuyai kekuatan lebih menopang bagian atas pohon hingga pohon tidak mudah tumbang.

Banir juga salah satu cara pohon memperluas jangkauan untuk bersaing memperoleh air dan nutrisi dalam tanah. Banyaknya jenis dan padatnya tumbuhan yang hidup di hutan menuntut persaingan memperoleh air dan nutrisi disamping kompetisi mendapatkan cahaya matahari. Banir yang tumbuh akan menguasai tanah sekitar pohon. Ketika banir tumbuh dan membesar, nutrisi dan air ada di sekitar permukaan tanah dengan mudah diserap. Dengan sosok banir yang besar dan lebar, tumbuhan lain juga akan tersingkir dan tidak mungkin bisa hidup di sekitar banir. Maka kita akan menyaksikan lantai hutan yang ada didekat pohon berbanir akan bersih dari tumbuhan.

Munculnya banir dari pohon-pohon di daerah tropis adalah sebuah fenomena tentang bagaimana bertahan hidup, mempertahankan eksistensi sekaligus memenangkan persaingan. Makin beragam dan padat lingkungan persaingan hidup maka daya adaptasi kita perlu makin ditingkatkan. Tanpa daya adaptasi tinggi, maka kita akan tersingkir dalam persaingan hidup.

Makin tinggi dan besar posisi kita dalam lingkungan pergaulan, kerja dan usaha maka diperlukan penopang yang kuat. Terpaan badai tantangan dan cobaan tidak akan mampu merobohkan pohon kehidupan kita bila ditopang penyangga iman yang kokoh , penguat dari sahabat yang saling menasehati dan penyokong kuat dari doa-doa kita.

Pada kondisi alam liar, siapa yang paling dominan dia yang akan memenangkan persaingan. Siapa yang menguasai ruang dan sumberdaya maka dialah pemenangnya. Dalam kehidupan manusia, orang-orang sukses ditemukan pada orang atau komunitas yang mampu menguasai ruang, informasi dan sumberdaya. Alangkah indahnya pihak yang dominan itu seperti pohon, yang menaungi, mengayomi, memberikan ”buah” manis bagi lingkungan, bukan sebaliknya, ketika dominan malah menindas dan sewenang-wenang pada pihak yang lemah.

Achmad Siddik Thoha
siddikthoha@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s